Ku pertaruhkan seluruh hidupku,demi ia yg ku lahirkan. Rela mati,walau berharap pd Tuhan,ingin merawat dan mengurus si kecil hingga melihat ia dewasa. Tuhan masih mengizinkan. Terdengar detak jantung melemah hendak menutup mata,ku pertahankan.
Dan akhirnya,sampai mendengar teriakan si kecil,yg telah keluar dr rahimku. Seketika badan bergetar,airmata menetes,tangan memeluk tubuh mungilnya. Ya Allah,terimakasih. Engkau Maha pencipta yg luar biasa. Engkau,hadirkan embun penyejuk hati dan raga..
Senyum tangis terurai pecah,memenuhi ruangan.
Aku tlah menjadi ibu.. Yaa. Aku tlah menjadi ibu. Seakan aku lupaa,aku tlah melewati ambang kematian..
Aku mulai belajar,memerhatikan..
Bagaimana mungkin,Tuhan menciptakan manusia dalam rahim seorang wanita dg begitu eloknya. Bersyukur,Tuhan memberi nikmat sehat kpd anakku. Kini saatnyaa.. Peran ibu itu,ku mulai ..
🌸🌸🌸🌸
Hari demi hari,bulan demi bulan .. Kini ia semakin besar. Sudah banyak aktifitas yg di lakukannya.. Dan semakin terkuras juga tenaga serta waktu ku untuknya.
Menemani nya bermain adalah hal utama dan penting. Dimana ia lg di fase ingin serba tau dg apa yg di hadapannya..
Tapi,ada hal yg terkadang membuatku tak terkendali,saat lelah menghampiri..
untuk merebah kan diri saja sulit rasanya. emosi memuncak,lalu menangis. aku kenapa? ...
🌸🌸🌸🌸
Perlahan ku mulai berbenah hati,dan diri.
Menenangkan jiwa . Aku bertanya,sesulit inikah? Tidak!! inilah peranku, Yaa,peran utamaku. aku harus bisa menguasainya dg baik. Dan,aku haruss. ..
Peran Ibu itu, .. Berat bila tak di nikmati,ringan bila di syukuri .
Jumat, 08 Desember 2017
Jumat, 01 Desember 2017
Memulainya Kembali
Kesempatan itu,ku raih. Mungkin bisa dibilang cukup beruntung. Walau banyak sudah lubang ditembok ku buat lalu ku cabut. Tapi mereka? Hanya menutupnya dg sebuah plaster. Kenapa? Karna tak ingin aku menancapkan lubang yg sama. Lalu? Mereka ingin ku pergi mengambil kesempatan akhir. Tapi ku yakin,utk memulainyapun akan melewati lubang yg lika liku. Mencekam memang. Namun,utk memulainya kembali,tak masalah bukan? Disini aku memulainya.... (lagi)...
✍ dindyaugust
Langganan:
Komentar (Atom)
